Selasa, 24 Juli 2012

Koh Phi Phi Island Photostory (1/2)

Oke. Sebelumnya, mohon maaf, karena ini adalah postingan masa lalu yang baru sempat dikerjakan sekarang. Udah kesimpen di draft berbulan-bulan, cuma nyatanya rasa males emang berhasil menjadi juara bertahan. Namanya juga Phi-Phi Island, yang it took place in Thailand lah ya. Bersama siapa? Nanti lihat aja foto-fotonya. Mau gue buat semacam photo-story, kalo nanti ternyata jadinya bukan kayak photo-story, ya anggap aja itu photo-story. Hahahhaa, maksa! Cus lah!

Sebelumnya, dari hotel tempat kami menginap, kami dijemput dengan menggunakan van menuju Chalong Bay Harbor. Lumayan lah, menghabiskan waktu sekitar 20 menit. Lalu disana, kami antre untuk menaiki kapal menuju Maya Bay. Ada dua pilihan, dengan menggunakan kapal ferry dengan muatan 200 orang dan memakan waktu dua jam, ataaaauuu... dengan speed boat bermuatan 30 orang dengan waktu 45 menit saja. Meskipun agak mahal, ya saya pilih yang kedua..

kegirangan liat pantai. lihat aja cengiran sama glasses-nya
Ini waktu di boat mau ke Maya Bai.Pol kan, apalagi kacamatanya. Nama kapalnya: Sea Angel Speed Boat. Note to you, gue duduk di bibir speed boat, paling ujung jung jung, di hadapannya langsung teluk luas plus tebing-tebing tinggi. Wooohoooooo~ Oia, gue udah bilang belum kalau di seberang gue itu ada segerombolan turis-turis India (yang kesenengan kalo lihat gue, bawaannya pengen ngajak aca-aca) LOL.

Itu yaaa, gendutnya kok gak ilang-ilang sih. Pffffft!

Aji, Dimas, beserta boat-boy. Lihat, si Aji masih aja pake baju MB (lihat logo Jupiter dilengannya)

Masih di boat menuju Maya Bai. Agak kasian ya, wan-kawan, melihat foto ini, dimana Aji sama Dimas berusaha menarsiskan diri tanpa bantuan siapapun. Si pink-boat-boy udah siap-siap gaya, barangkali gue kena jepret juga, pikirnya.



Wei.. Weii... Kameranya di belakang, kenapa lo pose ke depan, Dims? Hhahaha. Lihat cara gue memegang kamera itu, antara deg-degan sama pengen ngelempar ke laut. Sebel banget lagian, speed kapalnya kenceng banget sampe airnya nyiprat-nyiprat ke dalem. Alhasil, kita (baca: gue dan Aya) sibuk menyelamatkan perintilan-perintilan dokumentasi, ditambah goncangan-goncangan maha dahsyat gara-gara ombaknya yang sangat besar. Alhasil, kejedot sana kejedot sini. Orang hamil sangat tidak boleh menaiki kapal ini, daripada nanti kenapa-kenapa.


Penampakan ketika hampir mencapai Maya Bay. Tebingnya tinggi-tinggi, coy. Oia, kalau kalian ngeliat ada sewek di pinggiran foto ini, itu namanya Tsu, turis juga sama kayak kita, dia orang Cina yang kuliah di Australia. Lupa, siapa namanya, ekekekekk.


Ini adalah salah satu gua yang dapat ditemui saat perjalanan menuju Maya Bay. Namanya, Viking Cave. Kalau ada kapal menepi kesana, pasti burung-burung di dalamnya pada berkeliaran keluar dari dalam, mengudara. Cantik!

Disitu ada gua-gua yang isinya burung-burung cantik.



Tebing-tebing macam ini juga banyak ditemukan di Halong Bay, Vietnam. Udah kesana? :)

 
Bentar lagi kita sampai di Maya Bay
Add caption

Kenapa siiih kenapaaa? Padahal background-nya ciamik, tapi kenapaa yang kepotret hanya bando saya sajaaaaa... Jahat!

Me and my watermelon-glasses, while Aya with her bicycle-glasses. Cool, na? :p

Si pink-boat-boy yang tadi sempet foto bareng Aji-Dimas, sekarang udah bersiap-siap kembali bekerja. Mempersiapkan jangkar dkk supaya nanti kapal ini bisa bertengger.

Thank God i've been there. :)

Selain kapal penumpang, banyak juga loh nelayan yang mancing ikan disini. How cool they are, bisa mendayung sejauh itu!

Namanya Miss Joanna
Hey.. Hey.. Hey.. Here is our tourist guide, named Jo! Katanya sih namanya Miss Joanna. Hehehhe. He's super fun! Lucunya ngalahin Asmuni Srimulat. That's how a tourist guide shud be. Ngga ngebosenin, kooperatif, yang paling penting, harus bisa berkomunikasi dan ngertiin maunya para turis. Yengga, mas?

si tourist guide nya demen banget ngegodain para Indian itu. Bleh!



 Nah, inget cowok-cowok India yang tadi sempet gue singgung diatas? Here are some of them. Lupa aja gitu siapa nama-namanya. Yang gue inget, dia sempet nawar-nawarin kacang khas India yang katanya cuma ada di India. Pas gue liat, ini mah kacang telur yang di Jakarta juga banyaak. Tapi, emang rasanya beda sih, yang punya India ini rasa kare, kecut-kecut gitu. :D
Setelah kenalan dan ngobrol-ngobrol, emang dasar turis yaa.. Dia bilang kapan-kapan mau ke Indonesia, ketemu gue dan teman-teman lagi. Preeeeet! Hahahhaa.. Mereka juga bilang, kalo nanti ke India, lebih tepatnya Delhi, boleh banget kok nginep di tempat salah satu dari mereka biar bisa irit budget. Hmmm, i'd like to, buuuuut, let me think later, dudes! Hahhahaa






Prikitieww.. Now, we're arrived! Foto kaki di pasir putih dulu lah ya sebentaaar.. :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar