Selasa, 24 Juli 2012

Koh Phi-Phi Island Photostory (2/2)


Nah, inilah disini. Koh Phi Phi National Park. Sebelum menjelajah lebih dalam ke Taman Nasional ini, ada baiknya kita berenang dulu. Yuhuuuu~


Lihat! Menghitam lah saya dan teman-teman. Tak apaaa, yang penting semua senaaang.

tanpa pelampung, ditengah ombak, si Aji masih bisa motretin, kami masih sempet gaya. mameen~

Setelah puas berenang-renang di Maya Bay. Kita mengitari Taman Nasional Phi-Phi. Sayang, banyak foto-foto yang damaged. Jadi, gagal posted. Juga beberapa video kami selama disana. :(
Oke. Lupakan. Setelah ini, kami sekapal langsung cus ke Monkey Island. Yap, disini banyak banget monyet-monyet. Kebanyakan dari mereka, liar. Gue sendiri pun sebenernya gak begitu tertarik sama Monkey Islands ini, isinya monyet semuaaa. Tapi, eh, tapiii.. Disini tebingnya bagus-bagus loh. Karena si monyet-monyet ini hidupnya di tebing, makanya tebing-tebingnya tinggi, dan shaping nya bagus.








Pulang dari sini.. Kita langsung makan siang di Phi-Phi Island. Cus!
Makan siang ini emang bagian dari rangkaian tour Phi-Phi Island kami. Jadi, di awal (after bargaining), kami membayar 1000 BHT per orang untuk bisa bergabung dengan tur ini. Tur ini berlangsung selama 12 jam. Semua biaya sudah all-in, including all-you-can-eat lunch, peralatan snorkeling + diving.







Kayaknya si Dimas udah kliyengan deh gara-gara laper. Sabar ya Dim, Aji sama Aya lagi antree makanan tuh.



gue, beserta kantongan putih perintilan kamera

Dari segala macam makanan ada semua. European-to-Asian kind of dishes. Spaghetti, tomyam, semangka, daging-dagingan, ikan-ikanan, begah! Setelah kenyang, kita lanjut snorkeling di Phi-Phi Dooooooon~



Di tengah snorkeling, si Aya merintih-rintih sakit perut gara-gara kebanyakan makan. Huahahahha. Ada tuh videonya, tapi sayang gabisa dilampirkan disini, gagal mulu.

Snorkeling-an setengah hari-an, bikin jiwa segar. Setelah refresh, mari kita pulang ke daraat!



penampakan speed boat kami

Snorkeling-an setengah hari-an, bikin jiwa segar. Setelah refresh, mari kita pulang ke daraat!


Back to the city!
Jadi, kalau boleh dirinci, perjalanan kami yang-hampir-12-jam-an ini adalah seharga BHT1000, setara dengan 290 ribu rupiah. Rutenya : Hotel - Chalong Bay Harbor - Loh Samah - Phi-Phi Ley - Viking Cave - Pi Leh Cave - Monkey Islands - Phi-Phi Don - Maya Bay - Khai Nok Island.


Cerita yang lain, ditunggu ya..







"Travelling is not about the destination, it is about the journey.." - TVS

Koh Phi Phi Island Photostory (1/2)

Oke. Sebelumnya, mohon maaf, karena ini adalah postingan masa lalu yang baru sempat dikerjakan sekarang. Udah kesimpen di draft berbulan-bulan, cuma nyatanya rasa males emang berhasil menjadi juara bertahan. Namanya juga Phi-Phi Island, yang it took place in Thailand lah ya. Bersama siapa? Nanti lihat aja foto-fotonya. Mau gue buat semacam photo-story, kalo nanti ternyata jadinya bukan kayak photo-story, ya anggap aja itu photo-story. Hahahhaa, maksa! Cus lah!

Sebelumnya, dari hotel tempat kami menginap, kami dijemput dengan menggunakan van menuju Chalong Bay Harbor. Lumayan lah, menghabiskan waktu sekitar 20 menit. Lalu disana, kami antre untuk menaiki kapal menuju Maya Bay. Ada dua pilihan, dengan menggunakan kapal ferry dengan muatan 200 orang dan memakan waktu dua jam, ataaaauuu... dengan speed boat bermuatan 30 orang dengan waktu 45 menit saja. Meskipun agak mahal, ya saya pilih yang kedua..

kegirangan liat pantai. lihat aja cengiran sama glasses-nya
Ini waktu di boat mau ke Maya Bai.Pol kan, apalagi kacamatanya. Nama kapalnya: Sea Angel Speed Boat. Note to you, gue duduk di bibir speed boat, paling ujung jung jung, di hadapannya langsung teluk luas plus tebing-tebing tinggi. Wooohoooooo~ Oia, gue udah bilang belum kalau di seberang gue itu ada segerombolan turis-turis India (yang kesenengan kalo lihat gue, bawaannya pengen ngajak aca-aca) LOL.

Itu yaaa, gendutnya kok gak ilang-ilang sih. Pffffft!

Aji, Dimas, beserta boat-boy. Lihat, si Aji masih aja pake baju MB (lihat logo Jupiter dilengannya)

Masih di boat menuju Maya Bai. Agak kasian ya, wan-kawan, melihat foto ini, dimana Aji sama Dimas berusaha menarsiskan diri tanpa bantuan siapapun. Si pink-boat-boy udah siap-siap gaya, barangkali gue kena jepret juga, pikirnya.



Wei.. Weii... Kameranya di belakang, kenapa lo pose ke depan, Dims? Hhahaha. Lihat cara gue memegang kamera itu, antara deg-degan sama pengen ngelempar ke laut. Sebel banget lagian, speed kapalnya kenceng banget sampe airnya nyiprat-nyiprat ke dalem. Alhasil, kita (baca: gue dan Aya) sibuk menyelamatkan perintilan-perintilan dokumentasi, ditambah goncangan-goncangan maha dahsyat gara-gara ombaknya yang sangat besar. Alhasil, kejedot sana kejedot sini. Orang hamil sangat tidak boleh menaiki kapal ini, daripada nanti kenapa-kenapa.


Penampakan ketika hampir mencapai Maya Bay. Tebingnya tinggi-tinggi, coy. Oia, kalau kalian ngeliat ada sewek di pinggiran foto ini, itu namanya Tsu, turis juga sama kayak kita, dia orang Cina yang kuliah di Australia. Lupa, siapa namanya, ekekekekk.


Ini adalah salah satu gua yang dapat ditemui saat perjalanan menuju Maya Bay. Namanya, Viking Cave. Kalau ada kapal menepi kesana, pasti burung-burung di dalamnya pada berkeliaran keluar dari dalam, mengudara. Cantik!

Disitu ada gua-gua yang isinya burung-burung cantik.



Tebing-tebing macam ini juga banyak ditemukan di Halong Bay, Vietnam. Udah kesana? :)

 
Bentar lagi kita sampai di Maya Bay
Add caption

Kenapa siiih kenapaaa? Padahal background-nya ciamik, tapi kenapaa yang kepotret hanya bando saya sajaaaaa... Jahat!

Me and my watermelon-glasses, while Aya with her bicycle-glasses. Cool, na? :p

Si pink-boat-boy yang tadi sempet foto bareng Aji-Dimas, sekarang udah bersiap-siap kembali bekerja. Mempersiapkan jangkar dkk supaya nanti kapal ini bisa bertengger.

Thank God i've been there. :)

Selain kapal penumpang, banyak juga loh nelayan yang mancing ikan disini. How cool they are, bisa mendayung sejauh itu!

Namanya Miss Joanna
Hey.. Hey.. Hey.. Here is our tourist guide, named Jo! Katanya sih namanya Miss Joanna. Hehehhe. He's super fun! Lucunya ngalahin Asmuni Srimulat. That's how a tourist guide shud be. Ngga ngebosenin, kooperatif, yang paling penting, harus bisa berkomunikasi dan ngertiin maunya para turis. Yengga, mas?

si tourist guide nya demen banget ngegodain para Indian itu. Bleh!



 Nah, inget cowok-cowok India yang tadi sempet gue singgung diatas? Here are some of them. Lupa aja gitu siapa nama-namanya. Yang gue inget, dia sempet nawar-nawarin kacang khas India yang katanya cuma ada di India. Pas gue liat, ini mah kacang telur yang di Jakarta juga banyaak. Tapi, emang rasanya beda sih, yang punya India ini rasa kare, kecut-kecut gitu. :D
Setelah kenalan dan ngobrol-ngobrol, emang dasar turis yaa.. Dia bilang kapan-kapan mau ke Indonesia, ketemu gue dan teman-teman lagi. Preeeeet! Hahahhaa.. Mereka juga bilang, kalo nanti ke India, lebih tepatnya Delhi, boleh banget kok nginep di tempat salah satu dari mereka biar bisa irit budget. Hmmm, i'd like to, buuuuut, let me think later, dudes! Hahhahaa






Prikitieww.. Now, we're arrived! Foto kaki di pasir putih dulu lah ya sebentaaar.. :))

Kamis, 07 Juni 2012

Flashpacker? Backpacker? Or, tourist?

Bekpeker? Flespeker? Atau turis?

Banyak yang suka kebalik emang. Nah, dibawah ini saya coba jabarin apa-apa aja sih yang jadi perbedaan mendasar diantaranya, yuk!
1. Flashpacker adalah kaum penggemar jalan-jalan yang memposisikan diri di tengah-tengah 2 ekstrem, yakni Backpacker dan Turis.

2. Perbedaan antara Flashpacker dengan Turis : Jika Turis adalah kaum penggemar jalan-jalan yang tidak mau repot-repot mengurus tetek bengek perjalanannya dan menyerahkan semuanya kepada biro perjalanan dengan konsekuensi harus terikat jadwal dan agenda tur yang kaku, maka Flashpacker lebih memilih untuk merencanakan jadwal dan agenda perjalanannya serta mengurus sendiri semua kebutuhan perjalanannya supaya dapat mendalami dan memahami suatu destinasi dengan lebih baik dan dalam waktu perjalanan yang lebih fleksibel. 

3. Perbedaan antara Flashpacker dengan Backpacker : Jika Backpacker adalah kaum penggemar jalan-jalan yang mencintai kebebasan waktu tetapi sangat berorientasi kepada anggaran (budget oriented), maka Flashpacker juga mencintai kebebasan waktu tetapi lebih berorientasi kepada pengalaman (experience oriented) serta lebih menghargai kemudahan dan kenyamanan (convenience & comfort) sehingga lebih fleksibel dan moderat dalam hal pengaturan anggaran.
Contoh : Jika memang berniat melihat matahari terbit di Bromo, maka sekalipun penginapan murah dan nyaman sudah penuh dan pilihan hanya tersisa hotel berbintang dengan harga kamar yang lebih mahal, maka Flashpacker biasanya tidak akan terlalu berkeberatan asalkan tujuannya menikmati matahari terbit dapat tercapai.

4. Sebagai kaum penggemar jalan-jalan yang berorientasi kepada pengalaman (experience oriented), maka biasanya Flashpacker bersikap sangat time conscious atau berusaha bijaksana dalam memanfaatkan waktu perjalanannya supaya tidak terbuang percuma untuk hal-hal yang tidak sejalan dengan tujuan perjalanan atau pengalaman yang hendak didapatkan, sekalipun berarti harus mengeluarkan dana ekstra.
Contoh : Daripada menempuh perjalanan puluhan jam dengan bis untuk mencapai suatu tempat sedangkan sebenarnya tersedia pesawat dengan masa tempuh hanya 1 – 2 jam, biasanya Flashpacker lebih cenderung memilih menghemat waktu dengan memakai pesawat saja walaupun berarti harus mengeluarkan dana yang lebih besar.

5. Walau menghargai kemudahan dan kenyamanan, tidak lantas berarti bahwa Flashpacker tidak dapat menolerir ketidaknyamanan sama sekali, selama ketidaknyamanan tersebut diperlukan atau tidak dapat dihindari untuk mendapatkan suatu pengalaman tertentu.
Contoh : Kalau memang niatnya hendak mencoba merasakan bagaimana berkemah di puncak gunung, maka sekalipun harus bergemetaran dalam balutan hawa dingin menusuk tulang sepanjang malam (jelas tidak nyaman), maka bagi Flashpacker itu hanyalah sekedar konsekuensi dari pengalaman yang hendak didapatkan dan mau tidak mau, suka tidak suka, tetap harus dijalani.

6. Perlu dibedakan arti kenyamanan (comfort) dengan kemewahan (luxury). Walaupun kemewahan selalu identik dengan kenyamanan, tetapi kenyamanan tidak serta merta identik dengan kemewahan. Flashpacker adalah kaum penggemar jalan-jalan yang menghargai kenyamanan, tetapi belum tentu selalu mencari kemewahan dalam setiap perjalanannya.
Contoh : Bagi seorang Flashpacker, berpergian tidak mutlak harus dengan full service airlines yang mahal apabila memang tersedia budget airlines dengan harga tiket terjangkau tetapi dengan interior kabin yang nyaman.

7. Kesimpulannya, Flashpacking adalah paham jalan-jalan yang memenuhi keempat karakter berikut :
a. Self Organized : Direncanakan dan diorganisir oleh para peserta sendiri
b. Experience Oriented : Berorientasi terhadap pengalaman atau tujuan perjalanan
c. Value Convenience & Comfort : Menghargai kemudahan dan kenyamanan
d. Time Conscious : Berusaha memanfaatkan waktu perjalanan dengan sebaik-baiknya

8. Secara profil, biasanya Flashpacker adalah kaum penggemar jalan-jalan yang memiliki pekerjaan tetap dengan tingkat penghasilan memadai (catatan : memadai tidak lantas berarti tinggi) tetapi memiliki waktu libur yang terbatas, sehingga berusaha memanfaatkan waktu perjalanannya dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan perjalanan yang berkesan atau memorable.


Nah! Gitu deh kira-kira perbedaannya. Gimana? Already get the point? :)
So, which one is the most suitable of you?

Me?
I am a realbackpacker, indeed.


Happy travelling!